Kamis, 29 Maret 2012

Indahnya Hidup bersama Tuhan


Indahnya Hidup bersama Tuhan

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.”
–QS. Al-A’lâ [87]: 14-15

Jika Anda saat ini sedang merasakan hidup bahagia dengan berlimpahnya materi, percayalah itu adalah kebahagiaan sementara.
Jika Anda saat ini sedang merasakan hidup bahagia dengan punya anak, percayalah itu adalah kebahagiaan sementara.
Jika Anda saat ini sedang merasakan hidup bahagia dengan menjadi orang terkenal, percayalah itu adalah kebahagiaan sementara.
Jika Anda saat ini sedang merasakan hidup bahagia dengan punya jabatan tinggi, percayaala itu kebahagiaan sementara
Lalu, seperti apakah kebahagiaan yang sejati?
Testimoni dari beberapa orang terkenal di bawah ini barangkali dapati dijadikan sebagai pijakan untuk menggapai kebahagiaan hidup yang sejati.
Dale Carnegie berkata:
“Saya pernah bertemu dengan Henry Ford sebelum dua wafat. Padanya saya melihat tanda-tanda ketabahan menghadapi kehiudpan. Masih tampak pada wajahnya betapa besar usahanya yang telah dia keluarkan di dalam mendirikan sebuah asosiasi dagang terbesar di dunia. Namun keheranan saya bukan pada ketabahannya di dalam menghadapi kehidupan itu, akan tetapi keheranan saya justru pada sikapnya yang tenang seakan tak pernah tersiksa oleh penderitaan, meskipun umurnya ketika itu telah mencapai tujuh puluh delapan tahun. Ketika saya tanyakan kepadanya apakah tuan tidak pernah mengalami penderitaan dan kegoncangan jiwa? Dia menjawab, ‘Tidak. Saya benar-benar meyakini bahwa Allah swt. Maha Kuasa untuk mengatur segala urusan. Dia tidak butuh nasehat dari saya, oleh karena itu saya menerima kehendak-Nya untuk memperlakukan diri saya sebagaimana adanya. Jadi mengapa saya harus tidak tenang dan bahkan harus goncang jiwa?’
Dia (Henry Ford) berkata pula, ‘Saya tahu beberapa orang memandang agama seabgaimana dia melihat kepada wanita, anak-anak atau adviser. Mereka sombong dan dengan pongah mengatakan apa gunanya bersusah payah memikirkan sesuatu yang tak ada sumber pemikiran yang jelas? Apa gunanya memikirkan tentang Tuhan yang tidak ada gunanya? Namun tak dapat dipungkiri bahwa mereka pun merasa heran ketika mereka tahu bahwa sebagian besaar oang-orang terkenal tunduk sujud kepada Allah, meminta ampunan dan perotolongan-Nya setiap hari.’”
Jack Damsy, petinju bertangan emas, tidak bangun dari sujudnya sebelum selesai membaca shalawat, tidak turun ke dalam ring sebelum mengucapkan basmalah, tidak makan sebelum membaca hamdalah bersyukur kepada Allah yang telah memberinya makanan. Dan selama bertinju atau sebelum naik ring, mulutnya komat-kamit membaca doa-doa dan shalawat.
Edward Ethson, direktur utama General Motors Assembly dan bekas menteri luar negeri Amerika, tidak putus-putusnya shalat dan membesarkan Allah, meminta kebaikan bagi dirinya siang dan malam.
Dan ketika Eisenhower terbang ke Eropa dengan maksud memimpin pasukan peperanganya yang terakhir, satu hal yang tidak dia lupakan untuk dia jadikan Teman: Kitab Suci.
Jenderal Mark Clark berkata, tidak putus-putusnya dia membaca Kitab Suci setiap hari selama masa perang. Dia besujud dan memohon pertolongan kepada Allah.
***
Para tokoh tersebut di atas telah menyadari bahwa mereka tidaklah hidup sendirian di dunia. Mereka meminta kepada Allah agar selalu mendampinginya dalam segala tindakan dan gerak-gerik selama hidup. Karena itulah Islam mensyariatkan shalat.
Jelaslah sudah, bahwa ternyata kebahagiaan abadi yang dinikmati oleh Henry Ford bukan dengan kekayannya sebagai entrepreneur kelas dunia. Jack Damsy pun sama. Kebahaigaan sejati baginya bukan dengan ketenaran dan julukannya sebagai petinju bertangan emas. Kebahagiaan sejati yang diidam-idamkan Eisenhower pun ternyata bukan kedudukan jabatannya sebagai pemimpin pasukan perang yang luar biasa.
Ternyata, kebahagiaan dan keindahan sejati yang dinikmati, diimpikan dan dirasakan oleh tokoh-tokoh dunia itu adalah ketika mereka sudah hidup bersama Tuhan.
Jadi, silahkan Anda cari kebahagiaan. Tapi ketahuilah bahwa kebahagaiaan sejati adalah kita hidup Anda bersama Tuhan. Caranya bagaimana?  Caranya ATM (amati, tiru dan modifikasi)-lah kehidupan tokoh-tokoh tersebut. Insya Allah Anda, saya dan kita semua dapat menikmati indahnya hidup bersama Tuhan. Amin!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar